Thursday, June 11, 2009

Bidadari yang Bermata Jeli

muslimah
Mereka sangat cangat cantik, memiliki suara-suara yang indah dan berakhlaq yang mulia. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus dan sesiapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu. Siapapun ingin bertemu dengan mereka, ingin bersama mereka dan ingin hidup bersama mereka.

Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan sifat-sifat terindah kepada mereka, iaitu bidadari-bidadari syurga. Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati wanita-wanita penghuni syurga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Yang memiliki bentuk tubuh yang merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah r.a pernah berkata: “warna putih adalah separuh keindahan”.

Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna putih. Seorang penyair berkata:

Kulitnya putih bersih ghairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian kerana perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat

Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna puith sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantik menawan. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: ”Dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci.” (QS: Al-Baqarah: 25)

Makna dari Firman di atas adalah mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang mengganggu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Ertinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh kerana itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua syurga yang tertinggi. Di antara wanita memang ada yang tidak mahu memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keredhaannya, dan dia juga tidak mau memandang kepada lelaki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair: Ku tak mahu pandanganmu liar ke sekitar jika kau ingin cinta kita selalu mekar.

Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, berghairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Aisyah r.a., pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w, yang artinya: “Wahai Rasulullah s.a.w, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggembala, maka dimanakah engkau menempatkan unta gembalamu?” Beliau menjawab,”Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.” (Ditakhrij Muslim) Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.

Rasululloh s.a.w bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, yang artinya: ”Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)

Sifat bidadari penghuni syurga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.

Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebaya dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telur yang tersembunyi adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna putih kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.

Semoga wanita-wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk menjadi Bidadari-Bidadari yang lebih mulia dari Bidadari-Bidadari yang tidak pernah hidup di dunia ini. Wallahu A’lam.

(Sumber Rujukan: Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu], karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)

Monday, June 8, 2009

Reformasi Motosikal Tentera Itali

Ape aku nak tulis dlm blog ni? haa..Aku nk share ngan korang satu pertunjukan reformasi motosikal tentera itali. Ni aku donload kat intenet jugak. haha! May you enjoy it!!

Tuesday, May 26, 2009

Scholarship woes..


























Hahha.. The Star 24 mei 2009, geli hati aku tengok kartun yang cuba menunjukkan perjalanan yang perlu ditempuhi oleh adik2 kita yang mohon biasiswa tahun ni.

Actually, my Ketua Pengarah had told through the press before PSD spread out the scholarship offer, that there will be scorers will not get the PSD's scholarship.

But nobody aware about it. It's a big challenge nowadays to get the prize!

Sunday, May 24, 2009

Selamat Hari Persahabatan Sedunia!

Pertemuan yang tidak dipinta,
Bermula dengan segan silu,
Kemudian bertepuk tampar gelak ketawa,
Perpisahan yang mungkin terduga,
Pemergian yang adakalanya ditangisi,
Bila dikenang kembali,
Membuatkan terhayal seketika sendiri,
Tidak mengira adam mahupun hawa,
Silaturrahim diikat dan dierat,
Takdir yang menentukan segalanya,
Itulah persabatan,

Happy World Friendship Day to you all my friends outside there! Where ever you are and what ever you do, you all are remained in my memory forever.




Friendship isn't always easily described. The Eskimos, they say, have a hundred different words for snow. Unfortunately, the English language isn't quite as innovative, though it has vast opportunities to differentiate meaning. Certainly, Love is one of those opportunities. And so, too, is Friendship.

Instead of different words, however, we're stuck with simple adjectives. Close friend. Best friend. Childhood friend. Intimate friend. Trusted friend. Beloved friend. But whether you use adjectives or different words, few could deny the nearly infinite meaning in such a simple word.

Friends are special people. We can't pick our family, and we're sorely limited in the number of them at any rate. Society and mores (and often our own conscience) dictate we select a single mate. But our friends can be as diverse and infinite as the adjectives we choose. Our friends, in a very real sense, reflect the choices we make in life.

Wednesday, May 20, 2009

Student 13 A's, 14 A's TAK Dapat Biasiswa.. Camane ni?

Aku nak kongsi satu isu yg tercetus dari biasiswa JPA skarg nih..

antaranya pelajar 13 A's, 14 A's dan berbelas2 A's lagi tak dapat biasiswa JPA. So, ada satu forum yang membincangkan tentang hal ni. Tapi forum ni tahun 2005 dulu. However, it is still relevant to respond this issue.

http://bbs.lelong.com.my/bbs/showthread.php?t=15453

Apa kah pendapat korang pada mereka2 yang score berbelas2 A dlm SPM tp tak dapat scholarship?